Tentang Komunikasi Massa
KOMUNIKASI MASSA
Oleh : Syifa' Yahyania Awim Tasya
KOMUNIKASI MASSA
A. Definisi
Komunikasi Massa
Komunikasi massa adalah pesan yang disampaikan oleh komunikator (proses
komunikasi) dengan menggunakan media massa yang terlembaga bersifat satu arah
kepada komunikan. Apabila pesan informasi disampaikan secara luas dengan
menggunakan media massa itulah disebut komunikasi massa. Pada tahun 1991 informasi
masih dominan menggunakan komunikasi media televisi sebagai media informasi
elektronik pada masyarakat luas. Untuk saat ini televisi masih digunakan. Namun, jauh lebih efektif menggunakan sosial
media yang sudah lebih praktis dan siap ada di genggaman. Terdapat berbagai
definisi dari para ahli yang mengartikan komunikasi massa sebagai berikut :
a)
Jhon
Robert Bittner : mass communication is mass communicated through a mass medium to a
large number of people. (pesan yang
disampaikan melalui media massa kepada sejumlah besar orang).
b)
George
Gerbner : mass communication is the
technologically and institutionally based production and distribution of the
most broadly shared continuous flow of mass in industrial societies. (Produksi
dan distribusi yang berlandaskan teknologi dan Lembaga dari arus pesan yang
kostinyu serta paling luas dimili orang dalam masyarakat industri).
c)
Meletzke (1963) : Untee massenkomunikation verstehen wir jene Form der Kommunikation, bei der
Aussagen offenlitch durch technische Verbereitungsmittel indirekt und einseitig
an ein disperses Publikun (vermittelt werden Maletzke).[1]
(setiap bentuk
komunikasi yang menyampaikan pernyataan secara terbuka melalui media penyebaran
teknis secara tidak langsung dan satu arah pada publik yang tersebar)
d)
Jalaludin Rakhmat : Komunikasi yang ditujukan kepada massa dengan menggunakan media elektronik
khusushnya televisi.
Komunikasi New Media adalah perkembangan dari
komunikasi massa yang mainstream. Perubahan media informasi dimana biasanya
menggunakan media cetak, sekarang juga merambah mengikuti teknologi yakni
dengan memberikan informasi secara online. Terdapat hal yang
diperhatikan dengan adanya teknologi ini :
1.
Penyampaian dalam pemberitaan publik dan sosial
berubah, daerah kota maupun desa pedalaman bisa mengakses tersebut
2.
Cepatnya penyebaran dalam penyampaian
informasi
3.
Pintu dunia menjadi semakin terbuka lebar, informasi
dari berbagai negara pun bisa di akses dengan cepat
4.
Citizen
Journalism, sebagai komunikator setiap orang
dapat menjadi wartawan (cth :
content creator atau youtubers)
5.
Rawan
adanya berita palsu (hoax) karena lebih mudahnya penyebaran, beda dengan
media cetak yang pasti diketahui sumbernya seperti tertera nama penulis berit tersebut.
B.
Komponen Komunikasi Massa
Agar komunikasi
massa dapat berjalan dengan baik, ini memiliki penunjang yakni :
1.
Komunikator :
peserta komunikasi yang berperan sebagai penyampai informasi melalui stimulus
2.
Pesan :
stimulus yang diberikan oleh peserta komunikasi (komunikator)
3.
Media :
sebagai jembatan dalam menyampaikan informasi
4.
Komunikan :
penerima informasi dari stimulus yang disampaikan komunikator
5.
Gatekeeper :
penyaringan stimulus atau pesan oleh peserta komunikasi yang diolah kembali dari
proses berfikir
6.
Noise
:
suatu hambatan yang terjadi ketika stimulan disampaikan atau diterima
7.
Feedback : tanggapan yang diberikan oleh
komunikator atau komunikan kepada stimulant yang mereka terima berufngsi
sebagai pendorogn atau merintngi kelanjutan perilau peserta komunikasi. Namun, ketika
stimulant ini ada di media massa maka respon yang didapat pun tertunda dengan
kata lain memiliki perbedaan waktu (contoh : adanya kolom komentar/saran, dll).
C.
Bentuk Komunikasi Massa
Komunikasi memiliki
bentuk pola memberikan suatu pesan yang disampaikan oleh komunikator melalui media
(televisi, radio, majalah, dll) yang diketahui atau diterima oleh khalayak luas
(komunikan) sebagai informasi secara realtime (bersamaan) bersifat satu
arah. Namun, komunikasi ini mendapat umpan balik secara delay.
D.
Karakteristik Komunikasi Massa
Komunikasi massa memiliki ciri-ciri atau karakteristik yang hampir sama dengan
komunikasi interpersonal yakni sebagai berikut :
1.
Komunikator terlembaga (atau melembaga) – dalam
menyampaikan komunikasi massa komunikator ini memanajemen komunikasi
antarpersonal yang dengan tinggal menyampaikan pesan aja, menyatukan referensi
dan pengalamanya sesuai dengan manajemen yang mereka terapkan untuk menyampaikannya.[2]
2.
Komunikan bersifat heterogen – komunikannya
tersebar diberbagai tempat yang bersifat anonim. Kita
tidak bisa memaksakan pesan yang kita sampaikan melalui media massa untuk
penerima pesan yang homogen. Dimana sesuai dengan usia, tingkat Pendidikan, tingkat ekonomi, dll.
3.
Pesan sifatnya umum – pesan tidak disampaikan
secara spesifik pada satu individu saja namun secara umum, dimana menimbulkan efek
secara individu maupun sosial. Misal : jika ada salah informasi maka imbasnya
bisa ke seluruh dunia karena salah persepsi terhadap satu hal (sosial). Maka
dari itu pada komunikasi massa informasi bersifat universal. Untuk
mengantisipasi hal negatif maka harus ada pengecekan sumber informasi kebenaran
tersebut. Setelah menonton film, efek setelah menontonnya dapat dilihat ketika
seseorang meniru gaya berpakaian, berbicara, tindakan / perilaku, dll(individu
juga pada sosial).
4.
Bersifat satu arah – pasti adanya delay dalam
pemberian umpan balik (feedback), tidak sedikit dari sosial media yang
menggunakn fitur komentar, saran, atau pun contact person untuk surat pembaca.
5.
Menimbulkan keserempakan – sekali program yang
ditayangkan, pasti yang lain juga melihat tayangan tersebut. Serempak dalam hal waktu melihat atau memperoleh informasi namun
tidak serempak dalam hal memaknainya. Tersebar secara serentak (realtime),
seperti siaran live yang ditayangkan pada televisi di jam WIB dan bisa dilihat juga
oleh area dengan jam WITA dan WIT (karena serentak), walaupun di daerah
tersebut kondisi jamnya berbeda 1 – 2 jam dengan WIB.
6.
Mengandalkan alat teknis – komunikasi massa tidak
bisa terjadi tanpa media. Salurannya bisa berupa media elektronik atau cetak. Media cetak: koran, majalah, dsb. Media eletronik: radio (audio),
televisi (audiovisual), social media(visual/audiovisual)
7. Controled by
gatekeeper
Pembeda dari komunikasi massa dan antarpersonal
adalah gatekeeper, media, heterogen. Gatekeeper : orang yang berkewajiban untuk
menentukan pesan itu boleh disampaikan, pantas disampaikan atau justru sebaliknya
kepada khalayak. Bertanggung jawab penuh atas informasi yang diterima dan
diberikan kepada masyarakat luas. Mencari sumber informasi yang tept sebelum
menyebarluaskan lebih lanjut.
E.
Fungsi Komunikasi Massa
Terdapat beberapa
ahli yang berpendapat mengenai fungsi dari komunikasi massa:[3]
a)
Jay
Black dan Frederick C. Whitney (1988)
1.
Informasi
(news, journalism)- to inform
2.
Hiburan
(content creative)- to entertaint
3.
Persuasi (advertising)- to persuade
4.
Transmisi
budaya- transmission of culture
b)
Dennis
McQuail
1.
Pengawasan-
surveillance
2.
Penafsiran-
interpretation
3.
Pertalian-
linkage
4.
Penyebran
nilai-nilai-Transmission of value
5.
hiburan-entertainment
c)
Jhon
Vivian (The Media of Mass Communication)
1.
Providing
information
2.
Providing
entertainment
3.
Helping
to persuade
4.
Contributing
to social cohesion (mendorong kohesi sosial)
d)
Harold
D. Laswell
1.
surveillance
of the environment - fungsi pengawasan
2.
correlation
of the part of society in responding to the environment- fungsi korelasi
3.
transmission
of the social heritage from one
generation to the next- fungsi pewarisan sosial (Nurudin, 2009: 63-64).
F.
Efek Komunikasi Massa
1.
Efek
Kognitif (sifat/pandangan)
Menciptakan
atau menghilangkan ambiguitas, pembentukan
sikap, agenda-setting,
perluasan sistem keyakinan masyarakat,
penegasan/ penjelasan nilai-nilai.
2.
Efek
Afektif (sikap)
Menciptakan ketakutan
atau kecemasan, dan meningkatkan atau menurunkan dukungan moral.
3.
Efek
Behavioral (perilaku)
Mengaktifkan
atau menggerakkan atau meredakan, pembentukan
isu tertentu atau penyelesaiannya, menjangkau atau menyediakan strategi untuk suatu aktivitas
serta menyebabkan perilaku dermawan.[4]
MEDIA MASSA
A.
Pengertian
Media massa adalah
sarana komunikasi massa dimana proses penyampaian pesan, gagasan, atau
informasi kepada orang banyak (publik) secara serentak. Menurut Cangara, media
adalah alat atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari
komunikator kepada khalayak, media massa sendiri merupakan alat yang digunakan
dalam penyampaian pesan dari sumber kepada khalayak dengan menggunakan
alat-alat komunikasi seperti surat kabar, film, radio dan televisi.[5]
Cara memanfaatkan media sosial dengan
baik yaitu :
Generasi
c adalah generasi dimana manusia selalu terhubung dengan internet yang tidak
dibatasi rentang usia. C didefiniskan / dideskripsikan sebaggai generasi inii
yaitu connected, communicated, computerize, community oriented, always
clicking, content centric, cashless. Rutinitas yang dilakukan pun tidak lepas
dari teknologi dengan fitur canggihnya dan internet. Maka dari itu bisa
dimanfaatkan sebaik mungkin sebagai berikut :
1.
Media
periklanan : Memperomosikan bisnis online
maupun offline yang dilakukan melalui media sosial, untuk membangun
personal branding bisnis dengan terencana.
2.
Menyimpan
portofolio : Sebagai bukti
produktifitas seseorang, dan proffesional dalam bekerja di industri kreatif. Menyimpan
portofolio di media sosial menghindari kehilangan data yang telah disimpan dan sifatnya
penting
3.
Membangun
relasi : Aktif menjalin relasi
di media sosial membuat kita dapat mengenal publik figure, teman sehobi,
seprofesi, pastinya berkenalan dengan seseorang yang dapat mmberikan dampak
positif di kehidupan.
4.
Media
referensi : Selain untuk promosi, juga
sebagai refrensi sebelum membeli suatu produk atau menggunakan jasa tertentu. Untuk
mengetahui harga, kualitas, dan testimoni dari setiap produk yang diinginkan
dan dibutuhkan.
5.
Up
to date information :
Informasi diberikan secara realtime dengan mengikuti akun berita yang sumbernya
juga valid dan terpercaya. Memilah informasi dan memerangi hoaks yang berpengaruh negatif di masyarakat.
6.
Media
inspirasi : sebagai inspirasi dalam berbagai
bidang, contohnya memasak, membangun / mendekor rumah atau ruangan, ide bisins,
atau content creative, dsb.
7.
Jurnal
kehidupan : bukan hanya sekedar untuk ajang
eksistensi, media massa juga dapat menjadi memori pada momen yang ingin disimpan
sebagai kenangan, Sebagai bahan cerita untuk anak cucu kelak nanti. Membuat
rekam jejak pribadi agar tidak terabaikan atau terlupakan.
B. Ruang Publik
dan Pers menurut Habermas
Istilah publik memiliki pengertian keningratan dengan hak-hak keistimewaan yang
dimiliki oleh bangsawan. Pengertian ini berkembang dengan adanya pandangan
hukum romawi, yang dengan tegas mendefinisikan publik sebagai kepentingan umum
/ respublika.
Habermas membagi public menjadi 2 jenis:
1.
Ruang publik politik
2.
Ruang publik sastra
Kedua
diatas tadi memiliki ciri dn makna yang sama yakni
a.
Ruang
tersebut bisa diakses semua orang
b.
Adanya
kesetaraan
c.
Pengesampingan
status sosial
d.
Tumbuhnya
aktivitas kritis public
e.
Berkembangnya
ruang public kearah komudifikasi
Berkembangnya
ruang public ini memunculkan kegiatan jurnalistik pers di Eropa. Kemudian kemunculan pers ditandai oleh 2 hal :
1.
Kebutuhan informasi yang berkaitan dengan
kepentingan perdagangan / komersial
2.
Kegiatan masyarakat dalam rung publik sastra yang
telah banyak menghasilkan berbagai terbitan jurnal, pamflet, newsletter,
newsbook
Perkembangan
ruang publik melahirkan kelas baru dalam masyarakat eropa, istilah borjouis
meluas, tidak hanya bergerak dibidang bisnis perdagangan melainkan kelas
menengah dari berbagai profesi. Mereka inilah yang berkecimpung pada ruang publik
politik dan sastra yang akhirnya menjadi embrio kemunculan pers.
Jurnalisme
publik memiliki berbagai bentuk :
a.
Public journalism as journalisme about the
public : jurnalisme yang
berupaya untuk mendorong keterlibatan / pastisipasi masyarakat yang berkaitan
dengn politik. Pers disini mendorong mereka dalam segala urusan public,
sehingga kebijakan dan keputusan yang dikeluarkan pemerintah dapat dilakukan
melalui proses demokrasi deliberative
b.
Public journalism as journalisme with the
public : jurnalisme
public yang menjadikan masyarakat sebagai mitra aktif dalam proses pembuatan
berita maupun dalam membngun kemampuan masyarakat untuk bekerja sama dalam
menyelesaikan masalah / mencapai target yang diinginkan masyarakat.
C.
Fungsi Media Massa
1.
To
Inform – memberikan informasi, secara objektif. Basisnya adalah data dan fakta
bukan opini. Media massa ini lah perantara dari informasi peristiwa secara apa
adanyaa.
2.
To
Educate – memberikan
konten yang mendidik. Suatu sarana (media, saluran) yang
bisa menyebarkan niai-nilai yang baik pada khalayak sebagai komunikan (konsumen).
Bertanggung jawab dalam menyebarkan nilai-nilai kepada masyarakat luas. Program
yang ditayangkan untuk memberikan pengetahuan bagi masyarakat. Namun, kini dari berbagai media hanya sedikit
yang memberikan unsur pendidikan.
3.
To Transform – media massa sebagai salah satu
institusi yang bisa mendorong perubahan yang diharapkan juga pada kebaikan. Namun,
ekspektasi tidak seindah realita. Terdapat juga hambatan yang terjadi dan bisa
juga terjadi hal perubahan yang kearah negatif sesuai bagaimana manusia itu
sendiri menilainya. Perubahan yang terjadi pun bisa dilakukan pada lingkup kecil
hingga kearah sosial atau masyarakat, kalo misal lebih besar lagi bisa ke ranah
politik, sistem kenegaraan. Media ini menjadi alat/instrument sebagai pendorong
bagi perubahan. Misal di desa sangat santun, namun ketika di kota dan mengenal
media adanya perubahan sikap itu pun bisa terjadi (cuek,individual, idealis,
dsb) itu perubahan ke negative. Sosial politik
di dorong oleh media. Runtuhnya soviet menjadi rusia itu juga di dorong dari
media massa. Blassnos dan perestoica dulu digaungkan oleh michele borbacheve sampai
kemudian soviet runtuh / komunisme runtuh. Media massa sebagai media perubahan
dalam pemberitaan. Jerman barat dan jerman timur. Sosial politik yang ada di
Indonesia pada kejadin mei 1998 di dorong oleh media. Mengandung To Control –
untuk mengontrol kekuasaan sehingga terjadinya perubahan.
4.
To
Entertain – untuk menghibur sekedar mengisi ruang yang ada / dihari yang penat
bagi manusia. Ini dibagian terakhir seharusnya. Namun pada saat ini prakteknya siaran
yang dihadirkan tidak seperti itu. Hampir semua channel Televisi lebih dominan
mengandung hiburan, dan akhirnya bisa menjadi urutan pertama dari fungsi
seharusnya. Berapa banyak orang yang nonton televisi untuk mencari berita? Ada,
namun besar kemungkinan khalayak lebih
tertarik pada siaran yang menayangkan dengan konten yang menghibur.
Itulah fungsi komunikasi massa. Namun kini
lebih cenderung kepada entertain karena terdpat keuntungan/laba. Dengan menghasilkan rating tinggi income ekonomi pun terus berjalan
pada naungan channel tersebut.
D.
Efek Media Massa
Media massa ini memiliki efek pada
kehadirannya di kehidupan manusia. Steven H. Chaffe menyebutkan 5 hal ini :
a)
Efek
ekonomi
Kehadiran media mass aini mampu menggerakan berbagai usaha dari kegiatan
produksi, distribusi, konsumsi “jasa“media massa. Contohnya: Koran membutuhkan
percetakan, sebelumnya dalam mengumpulkan berita membutuhkan seorang wartawan,
dalam menyebarkan atau distribusi koran yang telah dicetak membutuhkan
seseorang. Dari jasa yang dilakukan ini dapat membantu seseorang dalam hal
pekerjaan dan membantu kehidupan ekonominya.
b)
Efek
sosial
Terdapat
perubahan interaksi sosial yang terjadi pada masyarakat, dengan terbentuknya jaringan
baru. Misal: Ibu-ibu di desa membicarakan tentang harga sayuran atau hal
mengenai pekerjaan, kini mereka membahas tokoh yang ada di sinetron televisi, gaya
hidup (seperti : pakaian, makanan, perilaku, dll) yang mereka lihat pada media
televisi ataupun media massa lainnya lebih mudah ditiru oleh masyarakat.
c)
Penjadwalan
kegiatan
Perubahan kebiasaan yang terjadi pada diri seseorang ini juga terjadi
dengan kemunculan media massa di masyarakat. Seperti halnya orang yang bekerja di
pagi hari dan terbiasa pulang malam yang langsung tidur, aktivitas mereka
menjadi bertambah dengan adanya menonton berita / hiburan lainnya yang ada di
handphone atau media lainnya.
d)
Penyaluran
atau penghilangan perasaan tertentu
Sebagai media memuaskan kebutuhan kondisi mental yang dihadapi oleh
seseorang pada saat itu, atau seseorang yang menggunakan media tersebut tidak
mempersoalkan isi pesan yang disampaikan. Contohnya : seorang remaja yang sedang
galau dan moodnya sedang tidak stabil mendengarkan music di playlist lagunya
namun pesan pada lagu yang diputar tidak berarti bagi dia.
e)
Perasaan
terhadap jenis media
Jenis media yang digunakan pasti memiliki pemikat / connection tersendiri
bagi penikmatnya. Misalnya kita melihat / menyukai informasi yang di dapat di
televisi, youtube, atau media lainnya.
Pada tahun 1960
mengungkapkan bahwa televisi membawa perubahan, mempelancar informasi yang
dapat disebarkan secara luas, televisi memperkuat nilai norma dan ideologi yang
ada. Dan ini masih berlaku pada sosial media sekarang dimana semua itu terjadi
sangat penting bagi masyarakat luas. Seperti kata “viral“dimana sebuah trend yang
diangkat oleh seorang influencer / siapapun di media massa, dan akhirnya
dianggap penting juga oleh masyrakat. Misal : challenge, prank, dll. hingga menghasilan sebuah
hukum-hukum baru.
E. Hukum pada Media
Massa
Hukum adalah sistem aturan yang diciptakan oleh lembaga, yang memilki
kewenangan dalam membtnuk dan memberlakukan hukum, yaitu badan legislatif, yang
ditunjuk melalui mekanisme tertentu. Nirma hukum memuat sanksi yang tegas dan
akan dijatuhkan bila dilanggar. Hukum bersifat tertulis disebut
perundangan-undangan
Konsep media massa : mengacu pada sarana yang terorganisir untuk
berkomunikasi secara terbuka dan pada lingkup yang luas terhadap khalayak di
dalam batas waktu tertentu. Media massa akan selalu behubungan dengan
komunikasi, organisasi, dan masyarakat.
Hukum media massa adalah segala hal yang berkaitan dengan pengaturan
kepentingan umum berkaitan dengan akitivitas komunikasi yang diperantarai oleh
teknologi media. Peratuarn tertulis bagi media massa yakni :
1.
Undang-undang pers
2.
Undang-undang penyiaran
3.
Kode etik humas
4.
Kode etik periklanan
5.
Undang-undang perfilman
6.
Undang-undang hak cipta
7.
Dsb
Peraturan :
a.
Pasal
28 F; sesuai prisip bernegara konstitusi. Maka dimulai dengan konstitusi. Bahwa
aktivitas media massa ada landasan konstitusi. Dimana memiliki hak saling
berkomunikasi untuk memeroleh informasi.
Sejarah
UU pers adalah ini
- UU Pers Era
soeharto (UU 11/1966 dan UU 21/1982)
-
Era
Reformasi (UU 40 /1999) pasal 6 tentang pers :
·
Memenuhi
hak masyarakat untuk mengetahui
·
Menegakkan
nilai2 dasr demkarasi, mendorong terwujudnya supremasi hukum, dan HAM serta
kehormatan kebhinekaan.
· Mengembangkan
pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benar
· Melakukan
pengawaasan, kritik, koreksi, dan saran terhadpa hal2 yang berkaitan dengan
kepentingan umum
· Memperjaungkan
keadilan dan kebenaran
Melihat begitu besar peran pers maka amat disesalkan jika pers kemudian
menyimpang dari berbagai peran diatas. Seperti contohnya ketika menjelang
pemilu, pilpres, pilkada pers menyimpang dari seharusnya dan menjadi kendaraan
politik.
F.
Kasus Terkait Dengan Media Massa
Banyak kasus
yang telah terjadi di Indonesia yang terkait dengan media massa. Dengan menggunakan teknologi informasi yang
mereka berikan menyebar dengan cepat. Berikut terdapat kasus yang terkait
dengan media massa:
1. Kasus
berita hoax tersebarnya video syur yang berdurasi 19 detik dengan menyeret
artis indonesia Gisella Anstasya
2.
Kasus
berita hoax tentang penganiayaan yang ditimpa Ratna Sarumpaet
RINGKASAN
Komunikasi massa adalah komunikasi yang
disampaikan oleh komunikator ke komunikan melalui media yang terlembagakan
bersifat satu arah dan umum dimana masih equal dengan televisi maupun koran. Tapi
memiliki effect yang sama persis dengan effect yang diberikan dari tv, radio,
koran, majalaj dll. Namun, ada unsur komunikasi massa yang hilang, dalam hal
ini adalah gatekeeper sebagai sikap kita saat mendapatkan informasi. Maka dari
itu, Kita harus bijak dalam menyikapi teknologi media massa yang ada di tangan
kita agar penyampaian informasi dapat berjalan dengan baik. Jika terdapat informasi yang tidak benar alangkah baiknya kita mencari
kejelasannya (ber-tabayyun) terlebiih dahulu dengan tidak terburu-buru
menyebarkannya. Jadilah generasi yang aktif dalam menggunakan media sosial
namun juga bijak dalam memilih dan memilh informasi dengan kebenaran sumbernya.
[1]
Jalaluddin Rakhmat, Psikologi
komunikasi (Remaja Rosdakarya, 1999).
[2] ‘ANALISIS ISI BERITA SATU KELUARGA TEWAS
DI VILLA GRIYA KEBON SIRIH PALEMBANG DI SRIPOKU.COM (SKRIPSI) - Repository UIN
Raden Fatah Palembang’
[3] Szaskya Arnindhita Arifin, ‘CYBERBULLYING
PADA MEDIA SOSIAL (Analisis Isi Tentang Aktivitas Cyberbullying Pada Awkarin Di
Ask.Fm Periode Januari 2016)’ (unpublished other, University of Muhammadiyah
Malang,
[4] Muhammad Qadaruddin, ‘Teori Komunikasi Massa’, Teori Komunikasi Massa,
2013
[5] ‘Pengertian Media Massa » Komunikasi UIN Bandung’, Komunikasi UIN
Bandung, 2013
Komentar
Posting Komentar