SISTEM KOMUNIKASI, RELASI KOMUNIKASI INTRAPERSONAL & INTERPERSONAL

Sistem Komunikasi, Relasi Komunikasi Antarpersonal dan Interpersonal

Oleh : Syifa' Yahyania Awim Tasya 

"Komunikasi memiliki pengertian yang sangat luas sesuai bidangnya. Manusia juga tidak lepas dari komunikasi untuk menciptakan suatu hubungan yang baik. Ada nya komunikasi antar individu atau kelompok ini sebagai bentuk relasi yang telah terjalin dalam kelangsungan hidup manusia."


PEMBAHASAN

A. Pengertian 

Komunikasi adalah suatu proses ketika seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. Dance (1967) mengartikan komunikasi dalam kerangka psikologi behaviorisme sebagai usaha “ Menimbulkan respons melalui lambang-lambang verbal“, ketika lambang-lambang verbal tersebut bertindak sebagi stimulan. Proses komunikasi yakni individu sebagai komunikator memberikan stimulan atau pesan untuk merubah sikap individu lainnya (komunikan). Sistem Komunikasi adalah peralatan yang digunakan dan mampu untuk menghubungkan seseorang dengan orang lain yang terpisah jarak dan waktu untuk memberikan informasi. peralatan ini bisa menyalurkan informasi audio, visual, audio visual, dan teks. contoh peralatan komunikasi : telephone/handphone, fax-mail, radio, televisi, laptop. sistem jaringan adalah alat yang digunakan untuk menghubungkan dua atau komputer sehingga dapat bertukar dan berbagi data. contoh peralatan dalam sistem jaringan : client, modem, router.  

B. Jenis Komunikasi 
Secara garis besar komunikasi dibagi menjadi 2 yakni: 

1. Komunikasi Verbal : komunikasi individu yang menggunakan percakapan maupun tulisan kepada individu atau kelompok yang lain

2. Komunikasi non-Verbal : proses komunikasi yang terjadi 2 orang atau lebih yang penuturan informasinya menggunakan lambang atau simbol dengan gestur tubuh dan bisa juga mimik wajah. 

C. Bentuk - Bentuk Komunikasi

1. Komunikasi Intrapersonal adalah proses komunikasi yang dilakukan oleh individu sendiri kepada dirinya. Komunikasi ini mungkin terjadi karena manusia sadar dapat menjadi objek untuk dirinya sendiri akan kejadian disekitarnya dengan menggunakkan simbol simbol dalam komunikasi nya – duncan (1962 : 76). Terdapat proses pengolahan informasi seperti disebutkan pada buku jalaludin rakhmat yakni sensasi (proses menangkap stimuli), persepsi (proses memberi makna pada sensai sehingga mendapat pengetahuan baru), memori (proses mengingat atau menyimpan informasi), dan berpikir (proses mengolah informasi yang didapat dan menghasilkan respon yang dibutuhkan). 

2. Komunikasi Interpersonal adalah bagian komunikasi yang sering digunakan dalam kehidupan manusia.  proses komunikasi atau interaksi tatap muka antardua atau beberapa orang, dimana pengirim dapat menyampaikan pesan secara langsung dan penerima dapat menanggapi secara langsung pula. Adapula yang mempengaruhi kegiatan komunikasi ini meliputi aprehensi komunikasi, self disclouse, penetrasi sosial, penilaian sosial, pengurangan ketidakpastian, dan dialektika rasional.

3.  Komunikasi Kelompok adalah komunikasi antara dua individu atau lebih / kelompok menyampaikan informasi dalam pemecahan masalah atau ide untuk mencapai tujuan tertentu. contohnya pada acara seminar dimana kita saling memberikan tanggapan satu sama lain untuk menyampaikan pendapat dan memberikan informasi. Menurut ( Effendy , 2003) ) komunikasi kelompok ialah komunikasi yang berlangsung antara seorang komunikator dengan sekelompok orang yang jumlahnya lebih dari dua orang. 

4. Komunikasi Massa adalah bentuk dari komunikasi yang melibatkan banyak orang. tidak hanya individu saja namum kelompok dengan kelompok lainnya juga. Komunikasi ini terjadi secara luas pada bidang masyarakat. Proses penyampaian informasi dan pesan ini menggunakan media massa. Jadi, kondisi setiap tanggapan atau komentar, pesan, fakta dan opini dapat diketahui oleh orang lain selain dirinya. 

D. Hambatan dalam Komunikasi

    Komunikan perlu memperhatikan jalannya suatu penyampaian pesan, dalam suatu komunikasi mungkin terjadinya jika terdapat gangguan dalam hal penyampainnya. Beberapa hambatan bisa terjadi dengan tidak adanya fasilitas (gangguan teknik) yang mendukung sehingga komunikasi tidak berjalan dengan baik. Pertama, salah pahamnya penggunaan bahasa dalam penyampaian berita di situasi maupun kondisi tertentu (gangguan semantik). Kedua, pemahaman dalam mengingat pesan informasi tersebut tidak berpengaruh ataupun bertentangan karena faktor emosi, prasangka pribadi, kecakapan dan lainnya (gangguan manusiawi). Ketiga, tidak kondusifnya suatu keadaan pada lingkungan sekitar saat komunikasi berlangsung.[1]

E. Tujuan Komunikasi

1.     Pesan yang diutarakan oleh komunikan dapat tersampaikan dan dipahami.

2.     Membangun citra dari sikap seseorang terhadap lingkungan sosial.

3.     Menciptakan suatu hubungan kedekatan pada setiap perseorangan.

4.  Mempengaruhi sebuah pendapat untuk memberikan feedback dalam menggerakan dan menjadikanya sebagai motivasi.

5.     Memberikan pengajaran berkomitmen dalam di dalam kelangsungan hidup manusia. [2]


F. Gaya Komunikasi Pimpinan 

1. The Controling Style
2. The Equalitarian Style
3. The Structuring Style
4. The Dynamic Style
5. The Relinguishing Style
6. The Withdrawal Style

G. Relasi Komunikasi

Relasi adalah upaya hubungan yang dilakukan untuk menyambung tali persaudaraan. Relasi Komunikasi adalah proses komunikasi untuk menyambung hubungan yang baik dalam tujuan tertentu. Tanpa adayna relasi kehidupan manusia tidak dapat berjalan dengan lancar. Maka dari itu, di setiap komunikasi pasti menghasilkan sebuah relasi yang selalu berkesinambungan atau secara terus menerus menyambung sebagai bentuk keberhasilan dari komunikasi yang terjalin. 


DAFTAR PUSTAKA

[1] Sariyati Idni Ridho, ‘Pengaruh intensitas komunikasi anak dengan orang tua terhadap regulasi diri siswi kelas VIII Mts Raudlatul Ulum Putri Gondanglegi Malang’ (unpublished undergraduate, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, 2015).

[2] Lintang Arum Rinukti, ‘“PENGARUH FREKUENSI KOMUNIKASI ANTARBUDAYA TERHADAP FREKUENSI KONFLIK DI PT. CIBA VISION BATAM” (Studi Pada Karyawan Bagian Produksi PT. Ciba Vision Batam)’ (unpublished other, University of Muhammadiyah Malang, 2017) <http://eprints.umm.ac.id/35160/> 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perilaku - Perilaku Kolektif

Teori - Teori Komunikasi Temporer