Relasi dan Landasan Kritik Sosial
Tugas Media dan Kritik Sosial
“Relasi dan Landasan Kritik Sosial”
Nama : Syifa’ Yahyania Awim Tasya
NIM : 04020520085
Kelas : E3
Penjelasan
Menurut Astrid Susanto kritik sosial masyarakat adalah suatu aktifitas yang berhubungan dengan penilaian (juding), perbandingan (Comparing), dan pengungkapan (revealing) mengenai kondisi sosial. Dimana hal ini dikaitkan dengan nilai-nilai yang dianut ataupun menjadi pedoman. Dapai dipahami bahwa kritik sosial merupakan sesuatu kegiatan membandingkan yang berhubungan dengan masyarakat dengan mengamati secara teliti. Memahami dengan baik dan melihat perkembangan dengan cermat sebagai bentuk penilaian terhadap nilai kualitas baik buruknya masyarakat. jika perkembangan pada masyarakat, maka perubahan yang dapat terlihat pada masyarakat berupa perkembangan wawasan berdasarkan moral dan prktek yang sudah mencapai suatu titik atau keadaan dalam waktu tertentu. Namun adanya kritik sosial ini tidak datang begitu saja, tentunya ada pemicunya sebagai tempat menampung antarpikiran. Yakni relasi dan landasan, bagaimana relasi kritik sosial ? dan apa saja landasannya ?
Relasi
Relasi dipahami sebagai sebuah aturan yang memasangkan anggota himpunan satu ke himpunan lain. Kritik sosial terjadi ketika ada sebuah media yang menjembatani untuk menyampaikan perspektif mereka terhadap perilaku sosial yang dinilai kurang dimata masyarakat. Media ini dapat berupa komunikasi secara langsung maupun tidak langsung yaitu dapat berupa karya atau konten dengna menggunakan teknik bahasa satir. Hal ini digunakan sebagai bahan sindiran terhadap sebuah gagasan yang dinilai kurang baik. Adanya ungkapan inilah yang biasa digunakan untuk menyidir suatu hal yang dinilai tidak melukai hati orang lain. Dengan adanya kritik sosial ini, kelompok-kelompok yang dikritik oleh masyarakat dapat menunjukkan suatu keperubahan pada sosial seperti layaknya atau aturan yang berlaku.
sesuai dengan ciri makhluk rasional, maka keterbukaan dan kritik harus mengandung beberapa unsur utama. Diantaranya adalah peningkatan supremasi individu, kompetisi dan membuka peluang pengarahan bagi tindakan manusia untuk meraih sukses dan keuntungan di planet bumi ini. (Ali, 1999: 194). Dengan begitu, melestarikan dan mempertahankan kritik terselubung dalam konteks budaya tulis ini perlu dilakukan sebagai bentuk pengembangan, pembangunan dan evaluasi terhadap institusi sosial.
Landasan Kritik Sosial
Masyarakat merupakan kelompok manusia yang didalamnya terdiri dari kebiasaan, tradisi, sikap, perasaan persatuan yang sama. Hal inilah yang membentuk masyarakat kepada kelompok-kelompok mulai dari kecil hingga yang paling besar yang terdapat aturan-aturan tertentu di dalamnya. Pada kelompok inilah masyarakat saling berhubungan dan mengakibatkan perubahan-perubahan yang berupa nilai-nilai sosial, norma sosial, pola berperilaku, berorganisasi, lembaga-lembaga, dan sebagainya. Dinamika yang terjadi pada kelompok-kelompok ini dapat diakibatkan oleh faktor eksternal maupun eksternal yang berhubungan dengan perspektif atau cara pandang mereka. Narwoko dan Suyanto mengemukakan beberapa perspektif yang menjelaskan tentang perubahan sosial, misalnya perspektif sosiohistoris, struktural fungsional, struktural konflik dan psikologi sosial. Perspektif sosiohistoris menempatkan unsur latar belakang sejarah dengan menekankan proses evolusi sebagai faktor penting terjadinya perubahan sosial. Perspektif fungsionalisme struktural melihat perubahan sosial sebagai dinamika adaptif sebagai akibat dari perubahan lingkungan eksternal. Perspektif psikologi sosial memandang perubahan sosial sebagai akibat dari peran aktor individual untuk berkreasi dan berkembang. Sedangkan, perspektif konflik menjelaskan fenomena perubahan sosial karena adanya proses sosial disosiatif dalam masyarakat.
Penerapan pemikiran mereka dalam kelompok tersebutlah yang disebut sebagai kritik sosial. Adanya keinginan perubahan dalam lingkup sosial, masyarakat mengemukakan pemikiran mereka. Dengan begitu dapat dipahami melalui uraian di atas bahwa perubahan sosial membawa dampak positif maupun negatif. akan tetapi perubahan negatif inilah yang dapat menjadi munculnya kritik di masyarakat. Contohnya sebuah kasus yang terjadi di dunia persepakbolaan. PSSI dinilai jelek karena masyarakat kecewa sebab Timnas Indonsia tersingkir di kualifikasi grup Piala AFF 2018. Adanya dugaan pengaturan skor di sela-sela saat Timnas bermain muncul di masyarakat. Sehingga masyarakat meminta agar PSSI berbenah dan melengserkan Edy Rahmayadi selaku Ketua Umum waktu itu.
Referensi
https://repository.uksw.edu/bitstream/123456789/2869/3/T1_712008005_BAB%20II.pdf
Komentar
Posting Komentar