PENDEKATAN KRITIK SOSIAL

MEDIA DAN KRITIK SOSIAL

"Pendekatan Kritik Sosial"

 

Dosen Pengampu:

Abu Amar Bustomi, M.Si

NIP. 197102042005011004

 

Syifa’ Yahyania Awim Tasya – 04020520085

 

Pendahuluan

Manusia menjalani kehidupan bersama, sehingga terbentuklah sebuah golongan yang disebut masyarakat. Hal inilah yang memberikan tuntunan bahwa perlu adanya ilmu sosial dan ilmu kemasyarakatan sebagai bentuk mempelajari manusia sebagai anggota masyarakat (tanpa melihat sebagai individu yang terlepas dari golongan dan masyarakat) dengan kebudayaan (ikatan adat, kebiasaan, kepercayaan atau agamanya, tingkah laku, kesenian maupun kasustraan) yang meliputi segala segi kehidupannya atau biasa disebut sosiologi.

Kehidupan sosial yang kita ketahui biasanya berbentuk perseorangan, namun sosil sekarang berkemabng lebih sebagai bentuk golongan yang memiliki usaha maupun kepentingan atas jalan kebenaran. Dilain sisi, kepentingan inilah yang dapat memicu terjadinya perselisihan pandangan. Munculnya hal ini terjadi karena adanya perbedaan pendapat, emosi maupun kepentingan yang berpotensi kepada persaingan dalam interaksi sosial yang bersifat individu maupun kelompok. menurut pendapat Soejono Dirdjosisworo, bahwa suatu masalah timbul karena kepentingan sosial yang berbeda pada setiap bentuk masyarakat (maksud masyarakat disini adalah masyarakat Indonesia), keadaan ini terasa adanya pada masyarakat modern, masyarakat massa, masyarakat berlapis, maka penafsiran tentang keadilan relative lebih bersifat subyektif, bahwa apa yang menurut kelompok sosial itu adil,

Pendapat tersebut menggambarkan bahwa perbedaan kepentingan, baik bersifat perorangan atau kelompok merupakan sumber timbulnya pertikaian. Faktor lain yang menyebabkan pertikaian adalah: 1) Pokok persoalan yang dipertentangkan; 2) Perbandingan antara struktur sosial dan tujuan; 3) Nilai-nilai atau kepentingan.

Dari konflik diatas, muncullah bentuk pertentangan secara khusus dalam masyarakat adalah sebagai berikut: 1) Pertentangan individu; 2) Pertentangan kesukuan; 3) Pertentangan sosial. Bentuk-bentuk seperti itulah, yang merupakan masalah sosial, yang pada dasarnya disebabkan oleh adanya gangguan atau goncangan yang menyangkut ketidak seimbangan antara interpretasi-interpretasi tentang nilai-nilai social dan moral.

Hal itulah yang kemudian menimbulkan protes keras atau kritik, mengkritik ketidak benaran dalam masyarakat, kritik dapat dilakukan oleh siapa saja, kritik yang dilakukan oleh para ilmuan, baik ilmuan dibidang sosial, politik, ekonomi, agama, serta dibidang pendidikan, kritik tidak harus dilakukan para ilmuwan, tetapi mengkritik dapat pula dilakukan oleh ahli seni atau sering juga disebut sebagai seniman.

Melalui uraian di atas pemakalah ingin menjelaskan mengenai pendekatan kritik sosial yang terjadi di masyarakat.

Pendekatan Kritik Sosial

Kritik sosial berasal dari dua suku kata yakni kritik dan sosial. Kritik dalam bahasa Yunani (Kritike = pemisahan, Krinoo = memutuskan). Kritik atau critism dalam bahasa inggris berarti evaluasi atau penilaian tentang sesuatu. Sementara sosial adalah suatu kajian yang menyangkut kehidupan dalam bermasyarakat menciptakan suatu kondisi sosial yang tertib dan stabil (Susanto, 1986: 7).

            Webster juga menjelaskan bahwa kritik atau kritikos memiliki arti a judge atau hakim, dan kinnea yang berarti to judge atau menghakimi. Sementara menurutnya sosial adalah kehidupan bersama dalam masyarakat sebagai kelompok yang memiliki aturan di dalamnya. Pada definisi tersebut, Astris Susanto menyimpulkan bahwa kritik sosial merupakan suatu aktifitas yang berhubungan dengan penilaian (judging), perbadingan (comparing), dan pengungkapan (revealing) mengenai kondisi sosial suatu masyarakat yang terkait dengan nilai-nilai yang diainut ataupun nilai-nilai yang dijadikan pedoman. 

Pendekatan dapat diartikan sebagai tolak ukur atau sudut pandang terhadap sebuah masalah yang merujuk pada suatu proses analisis yang sifatnya masih umum, di dalamnya mewadahi, menginspirasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoritis tertentu. Adanya kritik sosial terjadi pada masyarakat ini juga didasari oleh masalah yang mungkin sering timbul. Lalu kritik sosial berkenan hadir untuk mengevaluasi atau menginovasi sebuah pemecahan masalah tersebut. Jika diterapkan pada biadang kelembagaan, pendekatan ini dapat berupa berorientasi pada kebijakan yang perlu dievaluasi atau kepemimpinan atau susunan  di dalamnya yang perlu untuk dibenahi.

Kesimpulan 

Fenomena kritik sosial menjadi hal yang lumrah dilakukan pada lingkungan sosial. Masyarakat terlibat aktif dalam memberikan informasi hingga merespon atau menanggapi hal-hal yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakat. Hal ini dapat dipahami bahwa kritik sosial  menjadi sebuah bentuk kebebasan berpendapat, masyarakat memberikan kritik sosial sebagai bentuk ekspresi dalam praktik komunikasi. Pada penerapannya kritik sosial ini memiliki pendekatan yang biasa dilakukan oleh masyarakat yakni dengan menyampaikannya secara langsung maupun tidak langsung kepada pihak yang dikritiknya.

Referensi


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perilaku - Perilaku Kolektif

Teori - Teori Komunikasi Temporer

INDUSTRI BISNIS MEDIA MASSA “JAWA POS” DALAM MENGHADAPI ERA DIGITAL